Biji Kopi Arabika Gayo Premium
Biji kopi Arabika Gayo premium berasal dari dataran tinggi Aceh Tengah dengan lingkungan pegunungan dan iklim sejuk yang menciptakan karakter rasa bersih, aroma floral, serta sentuhan cokelat yang khas.
Proses pascapanen yang rapi dan konsisten, terutama metode full wash, membuat kualitas Arabika Gayo stabil dan banyak roaster specialty coffee menggunakan metode ini.
Harga biji kopi premium Gayo umumnya berkisar Rp120.000–Rp180.000 per kilogram tergantung pada grade, metode pengolahan, serta skor cupping yang diperoleh.
Biji Kopi Arabika Toraja Specialty
Biji kopi Arabika Toraja umumnya memiliki body yang tebal, aftertaste panjang, serta karakter earthy dan rempah yang kompleks.
Kopi ini tumbuh di pegunungan Sulawesi Selatan dengan kondisi tanah yang subur sehingga menghasilkan profil rasa yang kuat dan berlapis.
Harga biji kopi premium Toraja berada di kisaran Rp150.000–Rp220.000 per kilogram, dan keterbatasan produksi serta tingginya permintaan pasar ekspor sangat memengaruhi kisaran tersebut.
Biji Kopi Arabika Premium Kintamani Bali
Biji kopi Arabika Kintamani memiliki karakter rasa cerah dengan aroma citrus dan fruity yang segar berkat sistem tanam tumpang sari.
Lingkungan pertanian yang relatif organik turut menjaga kebersihan rasa dan membuat kopi ini cocok untuk metode seduh manual seperti pour over atau V60.
Harga kopi premium dari Kintamani berada pada rentang Rp130.000–Rp190.000 per kilogram tergantung proses pengolahan seperti natural atau honey. Keunikan rasa yang ringan dan menyegarkan membuat kopi ini tetap kompetitif di pasar kopi premium.
Biji Kopi Luwak Premium
Biji kopi Luwak premium dihasilkan melalui fermentasi alami di dalam pencernaan luwak sehingga menghasilkan tekstur rasa yang lebih halus dengan tingkat keasaman rendah.
Harga biji kopi luwak eksklusif sangat tinggi, mulai dari Rp800.000 hingga jutaan rupiah per kilogram, tergantung metode produksi liar atau penangkaran serta keaslian produk.
Kopi Luwak liar umumnya memiliki harga lebih mahal karena jumlahnya terbatas dengan anggapan memiliki kualitas rasa lebih alami.